Uncategorized

Diduga Picu Kerusakan Jalan, Aktivitas Angkutan PT ISA Disorot Warga Paju Epat

www sinarrakyat.com BARITO TIMUR – Warga menuding aktivitas angkutan kelapa sawit milik PT Indopenta Sejahtera Abadi (ISA) menjadi penyebab rusaknya sejumlah ruas jalan kabupaten di wilayah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Kerusakan disebut semakin parah dalam beberapa bulan terakhir, terutama di titik-titik yang kerap dilintasi truk bermuatan berat.

Menurut keterangan warga, angkutan buah sawit menuju PT Indopenta Sejahtera Abadi melintas dari wilayah Kalimantan Selatan. Warga juga menyoroti adanya penimbunan jalan menuju area perkebunan sawit, sementara ruas jalan kabupaten yang menjadi akses masyarakat menuju kecamatan justru mengalami kerusakan parah.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi badan jalan yang berlubang, retak, dan bergelombang. Mereka menilai intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari mempercepat kerusakan infrastruktur yang sebelumnya dalam kondisi relatif baik.

“Kalau musim hujan makin parah, lubang tertutup air dan rawan kecelakaan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga menyebutkan bahwa kerusakan ruas jalan di wilayah desa di Kecamatan Paju Epat diduga akibat aktivitas angkutan PT ISA. Namun, menurut mereka, yang melakukan perbaikan justru pihak perusahaan lain, yakni PT Sawit Graha Manunggal (SGM).

Menanggapi tudingan tersebut, perwakilan PT ISA, Jaki, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya telah menerima informasi terkait video yang beredar mengenai dugaan pelanggaran angkutan.

“Video ini sudah sampai juga ke saya, Pak. Untuk itu kami tindak tegas pelanggaran tersebut dengan menghentikan sementara waktu kerja sama angkutan sampai ada komitmen dan list unit untuk menghindari pelanggaran serupa ke depannya,” tegas Jaki, Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan, langkah penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi internal perusahaan agar operasional ke depan berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.

Meski demikian, warga berharap tidak hanya ada penghentian sementara, tetapi juga perbaikan konkret terhadap ruas jalan yang telah terdampak. Mereka meminta perusahaan bertanggung jawab serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kondisi jalan kembali layak dan aman dilalui.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai hasil pengecekan lapangan maupun kemungkinan sanksi administratif apabila terbukti terjadi pelanggaran. (SR)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button