BARITO TIMUR

Lambatnya Kinerja Kejaksaan Barito Timur dalam Menangani Kasus Korupsi Jadi Sorotan

sinarrakyat.com, Barito Timur – Kinerja Kejaksaan Negeri Barito Timur dalam menangani sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi kembali menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, dua perkara yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik hingga kini dinilai berjalan lambat dan belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penantian panjang masyarakat terhadap proses penegakan hukum tersebut masih belum terjawab. Salah seorang warga Kabupaten Barito Timur bahkan mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus yang telah lama ditangani tersebut.

Dikutip dari medianasionalpotret.com, masyarakat menilai penegakan hukum di daerah itu masih terkesan lemah. Penilaian tersebut muncul setelah dua kasus dugaan korupsi yang sempat ramai diperbincangkan publik diduga mandek di meja penyidik Kejaksaan Negeri Barito Timur, Senin (16/03/2026).

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, hingga saat ini masyarakat belum lagi mendengar perkembangan terbaru terkait penanganan dua perkara tersebut.

“Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang ada proses hukum, sampaikan kepada publik. Jangan sampai masyarakat menilai kasus ini berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Adapun dua kasus yang dimaksud yakni dugaan korupsi di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Janang serta dugaan korupsi pengadaan mobil dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur dengan nilai anggaran sekitar Rp15 miliar.

Sebelumnya, pihak Kejaksaan Negeri Barito Timur melalui Kepala Seksi Intelijen, Sodiq Suanahadi, SH, sempat menyampaikan bahwa kasus dugaan korupsi di Perumdam Tirta Janang telah meningkat ke tahap penyidikan. Namun setelah pernyataan tersebut, hingga kini belum ada informasi lanjutan yang disampaikan kepada publik.

Hal serupa juga terjadi pada kasus dugaan korupsi pengadaan mobil dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur. Perkara yang sempat dilaporkan masyarakat dan menjadi sorotan publik itu juga belum menunjukkan perkembangan berarti.

Mandeknya informasi terkait perkembangan dua perkara tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Bahkan muncul dugaan bahwa penanganan kasus tersebut seolah “tersimpan di laci penyidik”.

Masyarakat pun berharap Kejaksaan Negeri Barito Timur dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait perkembangan penyelidikan maupun penyidikan kedua kasus tersebut. Pasalnya, perkara yang ditangani berkaitan langsung dengan penggunaan anggaran publik yang nilainya tidak sedikit.

Transparansi dinilai penting agar kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di daerah tetap terjaga. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kejaksaan Negeri Barito Timur belum memberikan keterangan terbaru terkait perkembangan kedua kasus tersebut. (S.R)

Related Articles

Back to top button