Marinus Imbau Warga Jaweten Tingkatkan Kewaspadaan, Marak Pencurian Barang Warga dan Fasilitas Desa

www.sinarrakyat.com.Barito Timur — Kepala Desa Jaweten, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Marinus mengimbau seluruh warganya meningkatkan kewaspadaan menyusul sejumlah aksi pencurian yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah desa setempat. Selasa, 18 Agustus 2026.
Marinus mengatakan, aksi pencurian tersebut menyasar berbagai barang milik warga maupun fasilitas yang berada di lingkungan desa.
“Beberapa hari ini terjadi aksi pencurian, dari pembongkaran rumah kosong, tandon air dan kayu suai BPP Pertanian, yang terakhir ini karet warga di kolam di belakang rumah warga,” ungkap Marinus.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Warga diminta tidak lengah dan meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong serta barang-barang yang berada di luar rumah.
Marinus juga mengimbau masyarakat untuk saling berkoordinasi dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas atau orang yang mencurigakan.
“Kami mengimbau warga agar lebih waspada dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Kalau ada melihat sesuatu yang mencurigakan, segera informasikan kepada pemerintah desa atau pihak terkait,” ujarnya.
Selain itu, Marinus menyarankan warga yang mengalami kehilangan agar segera membuat laporan kepada pihak kepolisian. Menurutnya, laporan resmi penting agar setiap kejadian dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur dan membantu aparat dalam mengungkap kasus pencurian.
“Kepada warga yang kehilangan, kami sarankan segera melaporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” katanya.
Barang Warga Jadi Sasaran
Salah seorang warga Desa Jaweten menambahkan, barang-barang yang hilang dalam aksi pencurian cukup beragam. Tidak hanya barang yang berada di dalam rumah, tetapi juga perlengkapan di kebun dan sekitar rumah warga.
“Barang yang dicuri dari mesin sedot air, kabel listrik dari rumah ke mesin sedot air, bahkan karet yang masih di pohon di kebun juga dicuri. Karet yang ada di dalam karung rendaman di belakang rumah juga habis dicuri,” ungkap warga tersebut.
Ia berharap kondisi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah desa dan aparat keamanan sehingga masyarakat dapat kembali merasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Terkait dugaan penyebab maraknya pencurian, warga tersebut menyebut2 adanya dugaan penyalahgunaan narkoba serta meningkatnya jumlah pengangguran setelah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dari sejumlah perusahaan, baik yang berdampak kepada warga lokal maupun pendatang.
Namun, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui penanganan dan penyelidikan aparat penegak hukum.
“Diduga maraknya pencurian akibat penyalahgunaan narkoba di Desa Jaweten dan banyaknya pengangguran akibat PHK dari perusahaan, baik warga lokal ataupun pendatang,” pungkasnya.
Marinus berharap masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri terhadap pelaku yang diduga melakukan pencurian. Jika menemukan kejadian atau aktivitas mencurigakan, warga diimbau segera melaporkannya kepada aparat berwenang agar dapat ditangani sesuai ketentuan hukum.
Ia juga berharap seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat kepedulian dan keamanan lingkungan melalui kerja sama serta komunikasi yang baik.
“Semoga masyarakat semakin waspada, saling menjaga dan peduli terhadap lingkungan, sehingga keamanan dan ketertiban di Desa Jaweten tetap terpelihara,” pungkasnya. (S.R).



