BARITO TIMUR

Viral Video Kondisi SDN Lampeong, Dinas Pendidikan Usulkan Rehab di Anggaran Perubahan 2026

 
www.sinarrakyat.com, Barito Timur – Sebuah unggahan video di grup Facebook Barito Timur Membangun menarik perhatian masyarakat setelah memperlihatkan kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lampeong, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur.

Diposting pada 4 Juni 2026, unggahan tersebut disertai narasi yang menyebutkan hewan berbahaya diduga dapat bebas keluar masuk ruang kelas saat proses belajar mengajar berlangsung. Kondisi ini diduga dipengaruhi usia bangunan yang sudah tua.

“Semoga Bapak Bupati dan pemerintah dapat membantu merehab kelas kami agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan tenang setiap hari, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tulis narasi dalam unggahan tersebut.

Video berdurasi hampir satu menit itu memperlihatkan sejumlah siswa berseragam merah putih memasuki ruang kelas yang sebagian besar terbuat dari bahan kayu. Beberapa bagian lantai terlihat sudah tua dan memiliki celah di sejumlah sisi bangunan. Dalam rekaman itu, para siswa terlihat tetap mengikuti pembelajaran di ruangan sederhana, dengan meja dan kursi yang tersusun seadanya serta lantai berupa papan kayu.

Unggahan ini memicu berbagai tanggapan dari warganet. Banyak yang menyampaikan keprihatinan dan menilai kondisi sarana pendidikan tersebut memerlukan perhatian serius, terutama terkait keamanan dan kenyamanan siswa selama belajar.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya. Selain itu, banyak yang mendorong adanya perbaikan infrastruktur agar siswa dapat belajar dengan layak.

Meski disebutkan berlokasi di Desa Lampeong, Kecamatan Pematang Karau, kondisi aktual bangunan sekolah masih perlu diverifikasi langsung oleh pihak berwenang.

Saat dikonfirmasi pada Kamis (11/6/2026), Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, H. Bunyamin, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala sekolah terkait laporan tersebut.

“Ya, sudah kami koordinasi dengan kepala sekolah,” ujarnya melalui pesan singkat.

Ia juga menyampaikan harapan agar perbaikan bangunan sekolah tersebut dapat dimasukkan dalam rencana anggaran perubahan tahun 2026.

“Insya Allah pada anggaran perubahan tahun 2026 nanti dapat dianggarkan untuk rehabilitasi sekolah tersebut,” pungkasnya.

Pihak terkait diharapkan segera menindaklanjuti permasalahan ini agar siswa dapat memperoleh fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan layak untuk menunjang proses belajar mengajar yang optimal.(S.R).

Related Articles

Back to top button