Uncategorized

PDIP Minta Pemkab Bartim Pertajam Prioritas Belanja dan Optimalkan PAD

BARITO TIMUR – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kabupaten Barito Timur meminta pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 tidak sekadar menjadi dokumen administratif, tetapi harus dijadikan momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh kinerja pemerintah daerah dalam mengelola keuangan dan melaksanakan pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PDIP, Rayesnan, saat membacakan pemandangan umum fraksinya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Barito Timur pada 7 Juli 2026.

Dalam penyampaiannya, Fraksi PDIP terlebih dahulu memberikan apresiasi kepada Bupati Barito Timur, Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran perangkat daerah atas keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kesepuluh kalinya.

Rayesnan menyebutkan, capaian tersebut merupakan prestasi yang patut diapresiasi sekaligus menjadi tanggung jawab bersama untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah.

Fraksi PDIP mencatat, target pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp1,306 triliun berhasil direalisasikan mencapai Rp1,349 triliun atau 103,26 persen.

Capaian tersebut ditopang oleh realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp79,81 miliar atau 100,83 persen dari target. Sementara itu, pendapatan transfer terealisasi sebesar 107,17 persen. Namun, realisasi lain-lain pendapatan daerah yang sah hanya mencapai 15,23 persen dari target yang ditetapkan.

Menurut Fraksi PDIP, capaian pendapatan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh untuk mengetahui efektivitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran, sekaligus menjadi dasar perbaikan kebijakan pada tahun berikutnya.

“Kami mengharapkan kiranya dalam Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025 bukan sekadar sarana untuk melaporkan penggunaan anggaran, melainkan sarana untuk evaluasi secara menyeluruh, baik dari kualitas pertumbuhan, penajaman skala prioritas belanja, intensifikasi PAD, dan komunikasi publik yang jujur,” tegas Rayesnan.

Selain pendapatan, Fraksi PDIP turut menyoroti realisasi belanja daerah yang mencapai Rp1,302 triliun atau 91,48 persen dari plafon anggaran setelah perubahan sebesar Rp1,423 triliun.

Realisasi belanja tersebut mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, dan belanja transfer. Fraksi PDIP mengapresiasi kinerja pemerintah daerah yang dinilai menunjukkan capaian tinggi atau berada dalam kategori zona hijau.

Fraksi PDIP juga menilai keberhasilan mempertahankan opini WTP menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan secara tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Meski demikian, Fraksi PDIP mengingatkan agar prestasi tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Sebaliknya, capaian itu harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan anggaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan ini menjadi semangat dan tanggung jawab kita bersama untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan, agar anggaran daerah dapat dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” kata Rayesnan.

Melalui pemandangan umum tersebut, Fraksi PDIP berharap evaluasi pelaksanaan APBD 2025 tidak hanya berorientasi pada angka realisasi anggaran, tetapi juga menitikberatkan pada kualitas hasil pembangunan.

Fraksi PDIP mendorong Pemkab Barito Timur memperkuat optimalisasi PAD, mempertajam skala prioritas belanja, meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran, serta membangun komunikasi publik yang terbuka dan jujur.

Dengan demikian, pertanggungjawaban APBD tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga menjadi instrumen perbaikan kinerja pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Barito Timur. (Red)

Related Articles

Back to top button